chapter 3

Ye Dingzhi masih dengan sabar menunggu Li Lun keluar dari air , karena dirinya berpikir Li Lun tidak akan bisa menangkap ikan.

Tapi sepertinya dewa Fortuna sedang mendukung Li Lun saat ini. Karena pemuda itu keluar dari air dengan wajah sumringah.

" Lihat Yun Gege aku berhasil. menangkap ikan nya" ucap Li Lun tersenyum bahagia secerah mentari pagi.

Ye Dingzhi masih tidak mengerti bagaimana caranya ikan itu bisa masuk ke dalam kain yang dibawa oleh Li Lun , sungguh sangat di luar nalar.

" Iya iya kau berhasil Li Lun" balas Ye Dingzhi tidak berdaya.

Tapi sedetik kemudian raut wajah antusias Li Lun berubah sendu. Membuat Ye Dingzhi bingung sendiri.

"Ada apa Li Lun apakah kau terluka saat di dalam air" tanya Ye Dingzhi khawatir.

" Huh Yun ge aku kasihan dengan ikannya karena aku tangkap dan aku pisahkan dari keluarga nya. Tapi disisi lain aku juga lapar " ucap Li Lun tanpa dosa.

Wajah Ye Dingzhi langsung berubah menjadi datar. Sia sia dirinya khawatir dengan Li Lun ternyata bocah itu malah mengkhawatirkan ikan nya.

" Kalau begitu kau lepaskan saja Li Lun " balas Ye Dingzhi gemas ingin menjitak kepala Li Lun.

" Jangan dong Yun ge. Aku sudah terlanjur basah kuyup begini malah mau dilepaskan , sia sia dong perjuangan ku " ucap Li Lun dramatis.

Tiba tiba matanya tidak sengaja melihat beberapa orang mendekat ke arah mereka berdua. Li Lun mengerutkan keningnya saat melihat wajah rupawan mereka.

" Yun ge ada yang datang " celetuk Li Lun.

Ye Dingzhi kemudian berbalik badan dan melotot horor melihat wajah mereka semua. Sedangkan Li Lun malah menatap polos ke arah mereka.

" Yun ge apakah kau tidak merindukan ku" tanya Dongjun sendu.

Ye Dingzhi hanya memandang kosong saja. Dirinya bingung harus bereaksi bagaimana sekarang , dirinya saja sejujurnya belum siap bertemu dengan Dongjun.

" Yun ge di tanya tuh , kok malah diem kayak patung " seru Li Lun membuat Ye Dingzhi menatapnya kesal.

" Dongjun aku juga merindukanmu. Bagaimana kabar mu" balas Ye Dingzhi canggung sambil menepuk kepala Dongjun pelan.

Dongjun tersenyum manis saat Yun ge nya menepuk kepala nya. Yang artinya Yun ge nya tidak menolak kehadirannya.

Sedangkan Li Lun wajahnya langsung memucat seperti mayat hidup. Saat mengetahui siapa orang yang berdiri di hadapannya.

" Astaga kenapa jadi begini ini jauh dari skenario yang aku susun . Kenapa harus bertemu secepat ini aku belum siap" batin Li Lun menangis.

" Li Lun apakah kau baik baik saja" tanya Yuanzhou.

Karena sejak tadi Li Lun hanya diam dan menatap kosong saja. Dirinya agak khawatir dengan kondisi sahabat nya itu.

" Zhu Yan peluk , aku kedinginan" celetuk Li Lun polos sambil memeluk tubuh Zhu Yan.

Zhu Yan tercengang melihat Li Lun yang memeluk nya. Tapi tangan nya tetep memeluk Li Lun kembali walaupun harus menahan gemas dan juga bingung.

Doeng.

Yang lainnya spontan melongo melihat kelakuan Li Lun. Apalagi Bai Ju dan juga Ying Lei yang saling mencubit pipi masing masing.

" Apakah matahari sedang terbit dari Barat" tanya Ying Lei bingung.

" Ataukah akan datang hujan badai" celetuk Bai Ju.

Sedangkan Ye Dingzhi menepuk dahinya. Karena melihat kelakuan Li Lun dirinya hanya tersenyum miris saja.

" Apakah Li Lun sudah gila" tanya Pei si Jing.

" Aku tidak tahu . Tapi dia terlihat menggemaskan sekali " ucap Wen Xiao.

Bagaimana tidak pipinya yang memerah karena udara dingin. Serta bibirnya manyun karena lapar dan juga lelah.

" Aku lapar " ucap Li Lun sontak membuat yang lainnya saling berpandangan.

" Errrr A Li kita kembali ke tempat pemburu siluman dulu. Nanti Ying Lei akan memasak untuk mu " ucap Yuanzhou.

Li Lun mengangguk saja tapi tidak melepaskan pelukannya. Sedangkan Yuanzhou bingung karena Li Lun tidak mau melepaskan pelukannya.

" A Li lepaskan dulu pelukan nya. Aku harus membuat segel sihir " ucap Yuanzhou lembut.

Li Lun melepaskan pelukannya dengan wajah kesal. Dirinya butuh pelukan karena sungguh ia sangat kedinginan.

Dirinya kemudian melirik ke arah Yichen. Yang sejak tadi tidak bicara akhirnya dirinya mendekati Yichen dan langsung memeluknya.

Degh.

Semua orang kembali melongo melihat Li Lun yang memeluk Yichen. Apalagi Yuanzhou yang wajahnya sudah masam .

Sedangkan Yichen mematung tidak percaya. Setelah sadar dirinya ingin mendorong Li Lun menjauh tapi ucapan pemuda itu menghentikan gerakan nya.

" Dingin tolong peluk aku sebentar saja" ucap Li Lun lirih sambil menenggelamkan wajahnya di lekukan leher Yichen.

Yichen hanya mampu menghela nafas panjang. Dirinya kemudian mengangkat tubuh Li Lun ala bridal style.

Yang anehnya tubuhnya sangat ringan sekali. Padahal seperti pemuda itu lebih besar dari dirinya sendiri.

" Kita pulang sekarang" ucap Yichen.

Akhirnya mereka semua menggunakan kekuatan sihir Milik Ying Lei agar bisa kembali ke tempat pemburu siluman lebih cepat.

Ye Dingzhi yang dari tadi melihat interaksi antara Li Lun dengan Yuanzhou dan Yichen tersenyum tipis.

" Sepertinya akan terjadi huru hara karena kelakuan Li Lun" batin Ye Dingzhi.

Tidak sampai 10 menit akhirnya mereka semua sampai di tempat pemburu iblis. Dengan posisi Li Lun masih digendong oleh Yichen.

( Mau tanya nama tempatnya itu apa ya aku lupa soalnya , kalau ada yang tahu tolong jawab 🙏🙏🙏).

" Li Lun kita sudah sampai " ucap ye Dingzhi sambil menepuk pundak Li Lun pelan.

Akhirnya pemuda itu dengan malas turun dari gendongan Yichen. Dan melepaskan pelukannya.

Dirinya tersenyum malu pada Yichen. Membuat yang lainnya menggigit bibir bawahnya dengan gemas apalagi pipi Li Lun yang putih berwarna merah muda.

" Errr terimakasih sudah menggendong ku. Dan maaf pakaian mu jadi basah " ucap Li Lun merasa bersalah.

Yichen dan yang lainnya terpesona dengan suara lembut itu. Pasalnya sebelumnya suara Li Lun itu agak serak tapi sekarang malah jadi lembut sekali.

( Btw suara YanAn emang lembut sih 🤭🤭🤭)

" Tidak papa aku juga tidak keberatan. Lebih baik kau ganti pakaian mu sekarang " balas Yichen mengalihkan pandangannya.

Li Lun tersenyum lembut saat mendengar jawaban itu. Dirinya lega karena Yichen tidak marah padanya.

" Wow senyuman Li Lun Gege sangat cantik " celetuk Bai Ju spontan.

Blush.

Wajah Li Lun spontan memerah seperti tomat matang karena celetukan itu. Sedangkan yang lainnya terkikik geli mendengarnya.

" Astaga masih anak anak sudah bisa menggoda orang " ucap Ying Lei geleng geleng kepala.

" Sudah sekarang lebih baik antar Ye Dingzhi dan Li Lun ke kamar. Agar mereka berdua bisa segera mengganti pakaiannya " ucap Wen Xiao menengahi pembicaraan.

Akhirnya Ye Dingzhi dan Li Lun diantar oleh Bai Ju serta Pei Si Jing. Sedangkan Wen Xiao Ying Lei serta Dongjun pergi ke dapur.

" Apakah kau tertarik pada Li Lun " tanya Yuanzhou setelah yang lainnya pergi.

" Apa kau keberatan " tanya balik Yichen.

" Huh apakah kita berdua harus bersaing untuk masalah hati" Yuanzhou memandang Yichen intens.

" Kalau bisa berbagi kenapa harus bersaing " balas Yichen tersenyum miring.

Suasana menjadi hening saat mereka berdua saling bertatap mata. Yang jelas mereka hanya punya satu pilihan saja. Yaitu Li Lun menjadi Milik mereka berdua atau pemuda itu akan pergi lagi.

Tbc...

See you again..

Gimana kabarnya para pembaca cerita aku. Semoga terhibur ya walaupun masih banyak kesalahan dalam penulisan.

Btw YanAn emang cantik banget saat mode Li Lun Dimata aku sih🤣🤣🤣🤣

Bạn đang đọc truyện trên: TruyenTop.Vip