:: Kim Taehyung ::
Aku melempar kaleng soda pada Jungkook yang langsung ditangkapnya dengan cepat. Kejadian kemarin di sekolah semakin membuatku frustasi.
Dan lagi, Jungkook terus mengatakan kalau gadis itu, ah aku tidak tahu namanya. Iya pokoknya Jungkook bilang gadis itu seperti dia.
Ya Tuhan aku benar-benar tidak bisa melupakan keduanya. Yang satu memang tak bisa aku hapuskan, yang satu lagi memaksaku untuk memikirkannya, cengiran bodoh, kata-kata rutinnya, semuanya membuat otakku panas.
Omong-omong, gadis itu belum menyatakan perasaannya padaku untuk sore kemarin dan pagi ini.
"Apa dia sudah menyerah ya?"
Eh? Jungkook bisa membaca pikiranku?
"Ada apa? Dia siapa?" Aku menoleh ke arah Jungkook yang tengah terdiam. Pandangamnya lurus pada televisi yang menyala di hadapan kami. Namun pikirannya entah kemana.
"Gadis itu." Jungkook ikut menoleh ke arahku. Aku hanya mengedikkan bahu tak peduli. Itu kan yang aku inginkan?
"Baguslah, aku tidak harus berurusan lagi dengannya," kataku enteng. Hey, tidak akan ada lagi masalah yang terjadi kalau ia jauh-jauj dariku! Itu pertanda baik.
"Tapi aku penasaran. Aku benar-benar yakin kalau ia berbeda."
Ah bocah ini. Kenapa ia harus memikirkan hal yang tidak seharusnya ia pikirkan?
"Kau bilang aku harus menjauhinya, tapi kau malah penasaran dengannya." Aku memutar bola mataku malas. Sudah berapa kali aku mendengar ocehan tak jelas dari seorang Jeon Jungkook? Banyak! Banyak sekali.
"Ya ya, kau lakukan itu. Kau tidak menyukainya kan? Buat dia benci padamu, katakan kau sudah punya kekasih, bawa kekasihmu di hadapannya. Lalu aku akan mengurusi diriku sendiri. Aku hanya penasaran." Jungkook tampak masa bodo denganku, tapi ia memberikan saran yang bagus kali ini.
"Kau benar. Siapa ya? Apa aku meminta kakakku menjadi pacar bohonganku saja ya?"
"Hyung, kau benar tidak menyukainya kan?"
"Eh? Kau kenapa? Kau menyukainya?"
Wah Jungkook sudah besar. Hebat. Tapi kenapa harus gadis itu yang membuatnya jatuh cinta?!
"Kenapa kau terus memikirkannya, hyung? Bagaimana kalau ia jodohmu?"
Demi Tuhan aku ingin lari.
"Kau bodoh? Jangan sampai! Aku tidak mau! Ya! Ya Tuhan, semoga dia bukan jodohku!"
Jungkook kini tersenyum lebar, lebar sekali. Aku takut kalau wajahnya itu bisa melebar dan melar. Lihat saja pipinya yang sudah sangat bulat tanpa perlu kumasukkan kue beras di dalamnya. Apalagi? Gigi kelincinya itu kenapa harus terlihat oleh mataku? Ya ampun kenapa aku harus melihat cengirannya yang seperti ini? Di jam dua dini hari dan film horor tersetel di depan kami.
"Jangan membuatku berpikir kalau kau kerasukan setan. Pergi kau!"
Oke ini bodoh tapi lihat saja cengiran Jungkook. Menyeramkan bodoh!
"Hyung, mau bertaruh?"
Eh? Sungguh demi kerang ajaib ini sangat menakutkan.
"Bertaruh apa? Aku tidak mau bertaruh nyawaku dengan dirimu yang sekarang seperti kerasukan sesuatu." Aku bergeser menjauh dari Jungkook. Anak itu malah tertawa keras sekali. Aku langsung melemparnya dengan bantal di sofa, mengisyaratkan untuk berhenti karena kakakku bisa saja bangun dari tidurnya dan dia akan memarahi kami yang masih terjaga dan mengotori ruang tamu dengan kaleng soda dan bungkusan bekas tteokbokki.
"Mian. Tapi aku serius, dan lagi aku tidak kerasukan. Jangan paranoid." Jungkook memeluk bantal yang tadinya kulempar ke arahnya. Ia berputar dan mengganti chanel dengan cekatan. Matanya lurus ke depan dan selang beberapa detik ia melihatku dengan serius dan menjawab pertanyaanku sebelumnya. "Kalau kau berhasil membuatnya benci padamu, aku akan mentraktirmu apa saja selama dua minggu. Dan kalau kau malah jatuh cinta padanya, kau harus melakukan hukuman yang sama. Bagaimana?"
❀ psychoxls 2 Des '16 ❀
Bạn đang đọc truyện trên: TruyenTop.Vip